Taliwang, 24 Juli 2014
Wah sudah setahun aku "membiarkan" blog ini tanpa penghuni. (cie bahasanya)
Nggak kerasa emang yah. Setelah aku perhatikan ternyata pos terakhirk Mei tahun lalu loh. :D
Banyak hal yang terjadi sehatun belakangan.
Yang paling menjadi topik utama tulisan ini adalah Hore akhirnya aku MENIKAH.
Yups, aku udah nikah loh temen - temen bloger.
Bener yang orang - orang bilang Jodoh, Rejeki dan maut hanya Allah yang tahu.
Omong - omong, cerita sebelum aku menikahpun sangat singkat.
Dimulai dari perkenalanku dengan Suami yang tak perna terduga sebelumnya.
Siapa dia saja aku belum tahu.
Singkat cerita perkenalan itupun terjadi dan kami ternyata punya banyak kecocokan.
Bicara kecocokan, memang tidak semua orang yang berpasangan sempurna cocok.
Hanya kecocokan ini kami artikan dalam sebuah kenyamanan.
Nyaman saat mengobrol,
nyaman saat beraktifitas bersama,
dan segala kenyamanan lain yang ditawarkan dalam hubungan ini.
Berbekal dari situlah aku mulai yakin dengan Suami.
Memang aku sangat mendambakan pernikahan.
Tapi tentu menikah dengan orang yang tepat.
Seiring berjalannya waktu akhirnya Suami melamar.
Awalnya aku masih ragu dengan permintaan Suami saat itu.
Karena jujur aku masih sangat menikmati pekerjaanku sebagai Pengelolah Pajak disebuah perusahaan.
Namun setelah mendapat berbagai masukan dari keluarga dan orang - orang dekat.
Aku akhirnya memutuskan Menikah.
Saat mengetik tulisan ini, aku sedang mengandung 8 bulan.
Nah, cepat banget kan. Itulah prosesku yang tak kuduga sebelumnya.
Pernikahan dengan acara yang super meriah dan akhirnya aku akan menjadi seorang Ibu.
Wah ini semua hanya bisa membuatku mengucapakan "Alhamdulillah".
Ini semua campur tangan Allah.
Selama egala sesuatu yang kita harapakan adalah baik.
Allah tak akan perna mengabaikan harapan tersebut. Yakin deh.
Okey, cukup dulu postingan ku sekarang.
mungkin postingan selanjutnya aku akan lebih banya bercerita tentang hal-hal ajaib lagi dalam hidupku.
Keep Smile
Dan selalu bersyukur.
Me "tuanputrijuwita"
Corat - Coret
Rabu, 23 Juli 2014
Senin, 27 Mei 2013
"Kita
tak akan pernah bisa berdamai dengan masa lalu jika kita tidak
memulainya dengan memaafkan semua kejadian yang telah terjadi.
Dan kita justru harus memulainya dengan tidak menyalahkan diri sendiri. Memulai dengan memaafkan diri sendiri."
Darwis Tere Liye, Kisah Sang Penandai
Taliwang, 28 Mei 2013
Dan kita justru harus memulainya dengan tidak menyalahkan diri sendiri. Memulai dengan memaafkan diri sendiri."
Darwis Tere Liye, Kisah Sang Penandai
Taliwang, 28 Mei 2013
Jika kita memahami cinta adalah perasaan irrasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kita dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kita tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut.
Tidak lebih, tidak kurang.
Darwis Tere Liye, buku "Sepotong Hati Yang Baru"
Taliwang, 28 Mei 2013
HANYA DIA
Dan kini Kau ada diantara semuanya
mengisi beberapa ruang kosong
yang ditinggal begitu saja kemarin
Aku, serasa bunga yang mekar lagi
menebar harum saja
membagi indah semata
Dia, memang benar - benar datang
dan sekarang ada dihadapanku
tanpa banyak hal apapun
hanya Ia buat lebih sederhana
karena ini hanya Kau dan Aku
dan ini Kita saja.
Repost (Taliwang, 27 Mei 2013)
Langganan:
Postingan (Atom)